“Bangunan itu nyaris rubuh. Dindingnya miring bersangga sebalok kayu. Atapnya bocor di mana-mana. Tetapi, berpasang-pasang mata mungil menatap penuh harap. Hendak ke mana lagikah mereka harus bersekolah selain tempat itu? Tak peduli seberat apa pun kondisi sekolah itu, sepuluh anak dari keluarga miskin itu tetap bergeming. Di dada mereka, telah menggumpal tekad untuk maju.â€
Saat Putri sedang bosan karena tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan di rumah, mamanya Putri punya ide seru membuat bola-bola cokelat. Walaupun awalnya Putri kesulitan, membuat bola-bola cokelat tetap menyenangkan. Yuk, kita lihat Putri dan mamanya membuat bola-bola cokelat!